
surat surat itu adalah
anak panah yang menembus jantungku
adalah kerlip bintang di dalam pekat malam
adalah mata air di tengah padang nan tandus
adalah saat gelora membuncah di dada
adalah jeritan panjang yang membelah dinding kesunyian
adalah saat tersedu sedan di antara rinai hujan
kenapa aku masih terpaku membaca surat surat itu?
sedang aku telah tau
jika untukku akan menjadi milikku
jika bukan milikku tak kan datang lagi dalam hidupku
No comments:
Post a Comment